REDUK GAGAS ROGRAM KAMPUNG PUTIH MENJELANG PILKADA 2024

Daerah266 Dilihat

sangrajawalinews.com – Lebak Banten – Kampung Putih adalah sebuah Kampung yang berani menolak untuk diberikan Uang Serangan Fajar karena membahayakan Demokrasi terlebih Nilai Agama (Suap), Nilai Sosial (Perendahan Kualitas diri) dan Nilai Budaya (Cikal Bakal Korupsi).

Program Kampung Putih merupakan Miniatur dari upaya meyakinkan kepada publik bahwa Money Politik harus diberangus agar memberikan nilai tambah positif bagi demokrasi Indonesia. Memulai dengan menggunakan pandangan hukum yang mengikat nya, Kampung Putih disemai dengan pendekatan Hukum yang mengatur.

Komisi Pemberantasan Korupsi mengingatkan “serangan fajar”politik uang adalah bentuk suap-menyuap. Politik uang (money politic) adalah sebuah upaya memengaruhi pilihan pemilih (voters) atau penyelenggara pemilu dengan imbalan materi atau yang lainnya. Dari pemahaman tersebut, politik uang adalah salah satu bentuk suap.

Dijelaskan, praktik politik uang yang dilakukan pada masa tenang akan lebih berat sanksinya. Ancaman pidana yaitu kurungan penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 46 juta.

Pemberi dan penerima bisa dipidana. “Pelaku maupun penerima politik uang bisa dijerat Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, dengan sanksi pidana berupa kurungan penjara selama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 46 juta.

Pendekatan Aturan ini disampaikan melalui Rembuk Warga hingga semua Warga di Kampung Putih tersebut memahami betul Bahaya Money Politik.

Pendekatan Kedua ialah Soal Pemimpin yang cenderung akan mencari keuntungan setelah menjadi Pemimpin dan tidak berpihak kepada Rakyat.

Kampung Putih dipilih atas dasar Kesadaran dan Kemauan untuk Tumbuh sadar sebagai masyarakat yang mendambakan Demokrasi yang Sehat.

Kampung Putih akan dihiasi dengan Tulisan dan atau spanduk dengan Tulisan Tolak Politik Uang! Kami Tak Mau Uangmu Kami Butuh Pengabdian mu! Dan lain sebagainya dipasang di setiap sudut dan ratusan Sticker Rumah bertema Tolak Politik Uang dan Dikis Rumah Ini Tak menerima Serangan Fajar.

Pemeliharaan ‘Kampung Putih’ dimaksudkan untuk menjaga Integritas Pemilu Bersih meskipun hanya dilakukan di satu Kampung dengan Visi Bersama menjadi Icon Simbolik Perlawanan terhadap Kekuatan Maha Dahsyat _Money Politik._

Membangun kesadaran masyarakat harus dibentuk dengan proses ‘Pemaksaan’ agar masyarakat utuh memahami bahaya pemberian uang yang dikaitkan dengan Agama, Aturan dan Punishment Hukum yang menyertainya.

Kegiatan Pembentukan ‘Kampung Putih’ akan dilakukan di kampung yang memadai untuk dijadikan sampling dengan melibatkan seluruh unsur stakeholder (Kiyai atau Ulama, Aparatur Kepolisian, Pakar Hukum, Relawan Demokrasi dan Unsur Bawaslu serta KPU) dengan Satu Visi Besar Bersama “Tolak Politik Uang & Pilih Pemimpin Bersih!” (Red)

*Bismillahirrahmanirrahim*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *