Bukan Main, Pengacara Yang Viral Usai Terlibat Cekcok Dengan Nirina Zubir Ternyata Aktivis Dengan Pengalaman Luar Biasa.

Daerah33 Dilihat

sangrajawalinews.com – Banten – Sejak terlibat cekcok dengan Artis Nirina Zubir Pengacara Daddy Hartadi kini ramai jadi sorotan publik, peristiwa adu mulut yang sempat menghebohkan publik tersebut terjadi pada Selasa (2/4/2024) Usai melakukan sidang perkara gugatan terhadap kepala Kanwil BPN DKi Jakarta di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Saat itu, Daddy yang menjadi kuasa hukum Riri Khasmita (Mantan ART Keluarga Artis Nirina Zubir) berjalan keluar ruangan, kemudian Nirina Zubir yang saat itu sedang melakukan wawancara dengan awak media berada tak juah di depan pintu langsung melontarkan ucapan tak bersahabat.

” Lewat bisa lewat sana pak, pengen banget tampil di kamera ” Ucap Nirina dalam sebuah tayang video berdurasi 8 menit tersebut.

Usai kejadian tersebut publik dan netizen pun banyak bertanya-tanya siapakah sosok pengacara Daddy Hartadi itu ?

Ternyata Daddy Hartadi dikenal sebagai Aktivis lingkungan yang sering menyuarakan hak rakyat, sejak Tahun 2009 Daddy mendampingi masyarakat Kampung Glinseng, Kragilan, Serang, Banten. yang dianggap terlanggar HAMnya oleh sebuah Pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara PT INDAH KIAT saat itu.

Pada tahun 2012, Daddy mendampingi warga masyarakat nelayan Lontar Kabupaten Serang yang menolak pertambangan pasir Laut, karena dianggap merusak ekosistem laut dan menghancurkan sumber kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Serang.

Selain itu, Daddy juga pernah melakukan pendampingan petani dalam mendukung program pemerintah pusat dalam perluasan areal tanam jagung di Provinsi Banten bersama Bupati Serang dan Gubernur Banten. Keberhasilannya dalam mendukung perluasan areal tanam jagung saat itu diacungi jempol sebagai Pioneer pendorong pemuda di Banten untuk gemar bertani dan bercocok tanam khususnya komoditi jagung.

Daddy juga dikenal sebagai Aktivis yang sering menyuarakan keadilan lingkungan terutama kegiatan destruktif yang berdampak hancurnya ekologi di Banten yang berakibat pada hancurnya sumber kehidupan masyarakat seperti petani dan nelayan.

” Daddy adalah sosok pemuda yang gigih dalam memperjuangkan sesuatu yang dianggapnya benar. Daddy banyak berkiprah dalam memberikan peran pada pergerakan pemuda dan perlindungan lingkungan hidup di Banten” Ungkap Ketua Umum Kamp Banten Aris Riswanto

Sementara dari Sumber lain, Daddy di kenal sebagai pribadi yang supel dan tegas dalam hal menyuarakan rakyat. Selain itu, Daddy juga dikenal cakap dalam menguasai persolan karena sebagai organisatoris diberbagai organisasi baik kemasyarakatan maupun organisasi pemuda, baik di KNPI maupun di Karang Taruna.

” Ketegasannya terlihat saat Daddy teguh mengawal kasus yang dihadapi rakyat contohnya kasus kampung Glinseng di tahun 2009 dan penambangan pasir laut lontar yang saat itu ditolak masyarakat nelayan.” Terang Nazril Pemerhati Lingkungan di Banten

Sebagai pengacara Daddy juga di kenal mahir dan mumpuni, hal itu di sampaikan Presidium Forum Warga Bersatu (Forwatu-Banten) Arwan, S.Pd., M.Si., menurutnya, pengalaman Daddy dalam bidang advokasi hukum sudah tidak diragukan lagi selain beberapa perusahaan besar serta pejabat Daerah Daddy juga di kenal sering memberikan bantuan hukum secara pro bono kepada kliennya.

” Karir Daddy cukup moncer, beliau pernah menjadi kuasa hukum beberapa perusahaan besar, pernah menjadi kuasa hukum calon Bupati Serang dan Tasik Malaya, beliau pernah menjadi ketua tim kuasa hukum salah satu parpol tingkat pusat, serta menjadi kuasa hukum beberapa pejabat DPRD dalam sengketa parpol, yang lebih buat saya takjub beliau juga sering memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu ” Ungkap Arwan.

Lebih lanjut Arwan Menyampaikan Dalam Aspek pidana Daddy pernah berhasil membela kliennya dalam permohonan eksepsi atas dakwaan melakukan tindak pidana. “Beliau bukan pengacara kelas kaleng-kaleng dua calon Bupati, perusahaan PMA, dan anggota DPRD pernah menjadi kliennya” Tutup Ketua Aktivis di Banten tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *