Mirisnya Kondisi Musolah Di Kampung Cipanyi 

Daerah607 Dilihat

sangrajawalinews.com –  Lebak Banten – Sungguh Miris, di jaman Modernisasi saat ini masih ada Mushola panggung, berdinding bilik bambu dan berlantai belahan bambu serta tidak memiliki tempat wudhu, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Sabtu (13/4/2024).

Mushola tersebut terletak di Kampung Cipanyi, Desa Umbul Jaya, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diduga tidak tersentuh bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Pasalnya, Mushola panggung berdinding anyaman bambu tanpa memiliki tempat wudhu berdiri tegak seperti gubuk di Era Modernisasi seperti saat ini, merindukan uluran tangan para dermawan guna merehabilitasi menjadi Mushola semi modern dengan memiliki bak wudhu agar jamaah yang akan menjalankan Ibadah merasa nyaman tak kesulitan ketika hendak berwudhu.

Saat awak media mengunjungi lokasi Mushola mencari informasi menemui salah satu warga yang berada sekitaran area Mushola tersebut yang enggan disebutkan namanya mengatakan,“Kami (warga_Red) sudah mengajukan proposal, tapi tau kenapa, gak ada kabar kelanjutan hingga kini. Mushola dibuat tahun 1980 dengan luas lahan Mushola 8 Meter X 10 Meter. Dikarenakan kurangnya kepedulian dari lingkungan, apa lagi dari Pemerintah setempat yang tidak ada sama sekali pedulinya, hingga kondisinya dari awal dibuat hingga sekarang seperti gubuk,” katanya.

Menurut keterangan warga, terdapat 10 Kepala Keluarga yang tinggal disekitar Mushola tersebut dan mata pencahariannya ialah buruh tani.

“Jangankan untuk merehab tempat ibadah (Mushola-red), untuk mencukupi keluarga saja serba kekurangan,” ungkap warga tersebut.

“Kami berharap ada bantuan dari para dermawan untuk dapat merehab Mushola dengan dilengkapi tempat berwudhu, kamar kecil, agar setiap yang beribadah minimal dapat kenyamanan, tidak kuatir roboh karena kayu yang sudah lapuk dan tidak terganggu oleh bocor dari atap saat hujan,” harapnya. (Dih/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *