Mirisnya Udin Bersama Anak Istri Tidur Di Emperan

Daerah23 Dilihat

sangrajawalinews.com – Lebak – Sangat memperihatinkan Udin bersama anak istrinya tidur di emperan, di pingiran rumah sodaranya, akibat rumah milik Udin Roboh akibat terhantam angin putting beliung, (17/04/2024)

Terjadinya rumah milik Udin Roboh setelah reda hujan, akibat di hantam angin putting beliung,

Sebelum Roboh Udin bersama anak istrinya masih di dalam rumah, begitu angin kencang dan terdengar suara tihang Kayu yang mau patah udin bersama anak istrinya langsung keluar dari dalam rumahnya, agar tadak terjadi apa apa pada Udin bersama anak istrinya,

Udin warga kampung Pasir melati RT O01 RW 001 Desa Tambakbayan Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Banten, saat di temui awak media di malam hari, membeberkan saat rumah saya roboh tidak ada dari pihak desa yang melihatnya, padahal saya warga masyarakatnya Desa Tambakbaya tapi dari pihak desa tidak ada satu pun yang meninjou lokasi

 

Saat awak media komfirmasi soal tempat yang sekarang Udin tinggal bersama anak istrinya, nyaman atau tidak, kata Udin tidak nyaman, tapi mau gimna lagi nyaman tidak nyaman, ucapnya

Jika untuk kerugian tidak jauh sekitar 20 jutaan

Ditambakan Udin baju baju yang bersih saja pada kotor kerena tidak ada tempat buat naro baju baju yang bersih,

RT menerangkan pada awak media, lihat saja pak mau gimna nyaman tidur, orang tempatnya di emperan apa lagi, pingiran nya hanya di tertutup bilik sama baleho dan kain, terus baju baju saja yang bersih menjadi kotor apa lagi pas hujan sudah jelas pada basah dan kotor,

Saya harapkan agar dari pemerintahan desa agar memperhatinkan warga masyarakatnya yang saat ini tinggalnya di emperan rumah sodaranya, di kernakan rumah miliknya belum terbangun di kerenakan belum ada biyaya untuk membangun rumahnya,

Ditambakan RT 01 menjelaskan pada awak media saat rumah milik warga saya roboh saya langsung bergegas ke.kantor desa memberitahunya agar dari desa segera melihat keadaan rumah milik warga saya, yang roboh akibat keterjang angin kencang, disitu juga saya menghubungi kepala desa melalui via WhatsAppnya, agar kades turun untuk melihatnya, kadespun menjawab iya nanti saya melihatnya, ternyata kades tidak turun untuk melihat warganya yang kena bencana,

kejadian tersebut Rumah Roboh milik warga saya sekitar pukul 14:28,

12 Febuari 2024, saat mau mulai pilkada, sampai saat ini kepala desa tidak pernah melihat warganya yang kena bencana,

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *