Kotak Kosong VS Nyali Pesohor di Lebak

Politik255 Dilihat

sangrajawalinews.com – Lebak – Secara parsial tokoh bermunculan di Lebak sejak genderang perhelatan Pilkada dimulai. Dengan beragam kreasi dan visi para tokoh tersebut muncul tanpa permisi di publik yang haus akan pilihan. Republik Lebak memang berbeda dibandingkan dengan Lainnnya, selain ‘ketakutan’ berlebihan (Phobia) pada kuasa Mulyadi Jayabaya juga karena sifat Komprador yang melekat pada para penggede di Lebak.

Sejurus kemudian para Tokoh yang ditokohkan atau menokohkan diri sendiri telah mulai merunduk dengan berbagai alasan yang tentunya alasan yang dapat diterka publik ialah soal tak direkom partai politik karena soal Mahar. Ada pula alasan hanya Gymick semata nongol di publik dengan mengantongi pemberitaan yang sengaja dikumpulkan untuk dikonfirmasi ke Publik.

Pekan ini, berbagai figur di media sesumbar menyampaikan analitis nya soal Kemungkinan Lebak yang akan menghadapi Pemilukada dengan melawan ‘Kotak Kosong’. Bukan sesuatu yang baru di Lebak jika ini terjadi, namun sebagai Warga Lebak Saya memandang ini sebagai sebuah Kemunduran! Peta Politik di Republik Lebak berubah drastis dengan Hadirnya Muhammad Hasby Jayabaya yang adalah Putra dari H., Mulyadi Jayabaya. Para pesohor di Lebak mundur teratur hingga klimaks nya tersisa hanya Beberapa orang yang masih Eksis.

Pesohor yang dimaksud ialah Sanuji Pentamarta secara sah diusung oleh PKS yang kini Mesra dengan Dita Fajar Baihaqi dengan spekulasi ‘Sudah dapat Restu dari Kaesang Pangarep’ meskipun hanya bersifat Verbalistik. Kehadiran Kaesang Pangarep di Resepsi Pernikahan A. Rizki Natakusumah dengan Beby Tsabina di RM S Rizki Pandeglang dimanfaatkan oleh Sanuji Pentramarta untuk memahat asa bersama Dita Fajar Baihaqi yang didorong Gerindra. Meskipun ini tentu hanya Cek Ombak menanti Keberanian Partai diluar PKS untuk menimbang menetapkan dukungan.

Sanuji Pentramarta ditugaskan oleh PKS untuk ‘bertarung’ di Kabupaten Lebak Kabupaten Kelahiran Sanuji yang sebelumnya H Iip Makmur menguat untuk diusung menjadi Bakal Calon Bupati Lebak. Sebagai sebuah fakta Yang tak terbantahkan bahwa manuver PKS ini menjadi warna baru dalam membangun kekuatan melawan Kekuatan Dinasti di Lebak.
‘Nyali’ Sanuji Pentramarta masih dipertanyakan sejumlah pihak karena belum berani melakukan Konsolidasi eksternal yang dikhawatirkan PKS akan tak cukup ruang untuk memenuhi persyaratan pendaftaran di KPU.

Namun perlahan ‘Nyali’ nya diuji publik saat Ia berusaha mencari solusi dalam membangun komunikasi agar Ia (Sanuji) memiliki Pasangan dan menghindari untuk dinomorduakan oleh pasangannya. Kemunculan Dita Fajar Baihaqi adalah Asa baru untuk melawan ‘eksepsi’ terhadap anomali Kotak Kosong di Pilkada Lebak.

Kemudian yang masih Ajeg menyuarakan Kebaruan dengan semangat Perubahan ialah H Dede Supriyadi yang secara mengejutkan masih dianggap miliki Nyali untuk melawan Raksasa yang disebut sebagian Orang melawan Dinasti dan Dominasi JB! Dede Supriyadi merupakan Pengusaha yang telah melakukan Komunikasi Politik dengan berbagai partai yang sesungguhnya sedang berhadapan dengan Dirinya sendiri yang harus keluar dari dentuman besar perebutan Rekomendasi Partai yang kini warna nya condong kepada Partai Nasdem.

Dede Supriyadi digadang-gadang akan berpasangan dengan Neng Siti Julaeha ketua DPC PPP Kabupaten Lebak, secara serius Dede Supriyadi mendaftar ke Partai Persatuan Pembangunan dan kemudian mengembalikan Formulir Pendaftaran sebagai Bakal Calon Bupati Lebak. Sesungguhnya pasangan ini pun akan menguat jika partai politik merekomendasikan keduanya.

Terakhir yang cukup miliki ‘Nyali’ adalah H Akhmad Jajuli dengan manuvernya tetap menjanjikan perubahan Kini Ia membawa informasi baru akan merebut tahta di Lebak dengan menggandeng Imron. Mantan Sekretaris NasDem Kabupaten Bogor, Tubagus Imron dengan Formasi antara Jajuli-Imron atau Imron-Jajuli. Informasinya kedua pasangan ini tak mempersoalkan Posisi yang penting Lebak miliki pilihan diluar kekuatan Dinasti dan Dominasi.

Meskipun Akhmad Jazuli & TB Imron masih perlu mengumpulkan energi untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah partai namun pasangan ini patut diapresiasi ditengah gelombang skeptisme Masyarakat Lebak terhadap Nyali para Pesohor di Lebak.

Nama lain yang sudah mulai tak disebut oleh warga Lebak ialah Usep Pahlaludin, A Rafik Rahmat Taufik, KH. Syaefudin Asy Syadzil, dan Soni Hermawan yang terlihat mendaftar di PKS. Bisa jadi mereka membuat Kejutan yang tidak disangka publik.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Jika Lebak berharap mendapatkan Dua atau Tiga Pasang maka Partai harus kembali pada Idealisme bukan Pragmatisme. Ujian sesungguhnya ialah Integritas Partai yang kembali di uji untuk mendapatkan Figur yang layak sesuai Uji Kepatutan yang digelar. Gymick soal Pembukaan Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati sesungguhnya berada ditengah partai yang membuka pendaftaran dengan dalih Idealisme, menguji kemampuan, mengkalkulasi kepiawaian dan menilai kepandaian dengan menyembunyikan ‘Jual-Beli Surat Dukungan’.

Rasionalisasi Peluang lawan Hasby hanya pada Gerakan Mendukung tanpa Mahar jika pun ada maka harus disesuaikan dengan kebutuhan bukan atas dasar Siapa yang paling besar memberikan mahar. Harus diakui bahwa politik pun memerlukan Cost namun harus Real Cost agar pertarungan dimulai dari Rekomendasi Partai tak terganggu dengan Kondisi ‘Nilai Mahar’.  (Heri)

*(Tolak Berbisnis dengan Politik)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *