Kepedulian Polda Sulsel dalam mengantisipasi kekeringan atau krisis air bersih saat puncak musim kemarau 2024, patut diacungi jempol.

Uncategorized20 Dilihat

Kepedulian Polda Sulsel dalam mengantisipasi kekeringan atau krisis air bersih saat puncak musim kemarau 2024, patut diacungi jempol.

Sangrajawali news- Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi sejumlah provinsi di Indonesia bakal mengalami puncak kemarau.

Satu diantaranya, Provinsi Sulawesi Selatan yang diprediksi puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang.

Tercatat, jajaran Polda Sulsel telah membangun sarana air bersih (sumur bor) sebanyak 46 titik di provinsi berpenduduk 9,3 juta jiwa ini.

Pengerjaan 46 titik sumur bor yang diinisiasi Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi ini, tersebar di 23 wilayah hukum Polres atau Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.(11/7/2024)

Andi Rian menjelaskan, bantuan pembangunan sarana air bersih tersebut semata-mata sebagai langkah antisipatif Polda Sulsel atas potensi kekeringan yang mungkin terjadi di musim kemarau.

Menurutnya, Polri sebagai institusi yang dituntut untuk memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

Tidak hanya fokus pada penegakan hukum ataupun pencegahan tindak kejahatan, Polri kata Andi Rian juga harus berperan aktif dalam memitigasi persoalan sosial yang berpotensi terjadi.

“Kita sadar betul bahwa air bersih adalah kebutuhan pokok kita semua. Kita tidak ingin karena persoalan air, kemudian masyarakat kita resah dan sampai memicu terjadinya gejolak,” ujar Andi Rian, (3/6/2024).

44 dari 46 titik sumur bor itu, telah diresmikan Andi Rian di momen HUT Ke-78 Bhayangkara, 1 Juli kemarin.

Sementara dua lainnya, saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Jebolan Akpol 1991 ini pun berharap, dengan hadirnya sarana air bersih (sumur bor) itu, masyarakat dapat merawat dengan baik sehingga bermanfaat secara maksimal.

Sebab kata dia, lokasi-lokasi pembangunan sumur bor itu telah disurvei sebelumnya sebagai daerah langganan krisis air bersih saat musim kemarau.

“Semoga masyarakat yang membutuhkan, terbantu dengan hadirnya sarana air bersih yang sudah dibangun dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Adapun data sebarannya, sebagai berikut;

1. Empat titik di Kabupaten Maros tersebar di Perumahan D, Queen Blok B, Dusun Bowong, Desa Damai Kecamatan Tanralili. Perumahan Cendana, dusun Cendana, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili. Lingkungan Padang Ngalla Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai. Dusun Deccekang, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe.

2. Dua titik di Kabupaten Pangkep, tepatnya di Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene dan Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang.

3. Dua titik di Kabupaten Barru, tepatnya di Dusun Butung, Desa Lasitae Kecamatan Tanete Rilau dan Dusun Kawuro, Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau.

4. Satu titik di Kota Parepare, tepatnya di Lumpue Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat.

5. Dua titik di Kabupaten Pinrang, tepatnya untuk yayasan panti asuhan dan santri pondok Tahfiz di Jl Bintang, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Warang Sawitto dan Jl Mayjend Sutoyo, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto.

6. Satu titik di Kabupaten Toraja di Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

7. Dua titik di Kabupaten Toraja Utara (Torut) tepatnya di Lingkungan Bunga Walie’, Kecamatan Tondon dan Lingkungan Pakea, Kecamatan Tondon.

8. Dua titik di Kabupaten Sidrap, tepatnya di Jl Stadion Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae dan Jl Poros Tangkoli Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti.

9. Tiga titik di Kabupaten Luwu, Pengadaan sumur bor dan pengadaan Pompa Air terletak di Desa Libukang, Kecamatan Kamanre.

10. Satu titik di Kota Palopo, tepatnya di Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

11. Dua titik Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di Dusun Tolada Desa Tolada, Kecamatan Malangke dan Desa Karondang Kecamatan Tana Lili.

12. Dua titik di Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Desa Lera, Kecamatan Wotu dan di Puncak Indah, Kecamatan Malili.

13. Satu titik di Kabupaten Wajo, tepatnya di Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng.

14. Empat titik di Kabupaten Soppeng, tepatnya, di Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Desa Abbanuange (sementara proses) Kecamatan Lilirilau dan Desa Tellulimpoe (sementara proses) Kecamatan Marioriawa.

15. Dua titik di Kabupaten Bone, tepatnya di Jl Onta Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tenete Riattang dan Jl Gunung Lompo Battang Watampone.

16. Enam titik di Kabupaten Sinjai, tepatnya di Desa Mattunreng Tellue, Desa Bonto Kecamatan Sinjai Tengah, ⁠Desa Bonto, Desa Baru, Desa Soahiring, dan Desa Saohiring Kecamatan Sinjai Tengah.

17. Dua titik di Kabupaten Bulukumba tepatnya di Jl Rambutan, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu dan di Dusun Pao Jawae, Kecamatan Gantarang.

18. Dua titik di Kabupaten Selayar, tepatnya di Desa Tamalanrea Kecamatan Bontomatene dan Desa Kayubau Kecamatan Bontomatene.

19. Satu titik di Kabupaten Bantaeng di Dusun Jampea, Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng.

20. Tiga titik di Kabupaten Jeneponto, tepatnya di Dusun Balangloe, Desa Kalumpangloe, Kecamatan Arungkeke, Lingkung Bungung Lompoa Kecamatan Tamalatea (belum diresmikan) dan SMP Negeri 1 Binamu Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu.

21. Satu titik di Kabupaten Takalar, tepatnya di Dusun Pangkajene, Desa Cakura, Kecamatan Polsel.

22. Dua titik Kabupaten Gowa, tepatnya di Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju dan titik Desa Belabori, Kecamatan Parangloe.

23. Dua titik di Kabupaten Enrekang, tepatnya di Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, dan Desa Pattondosalu, Kecamatan Miwa.(Rosmiani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *